Kamis, 01 Januari 2026

Buku yang Saya Baca di Tahun 2026

Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2026, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.

1. Detik-detik Terjadinya Kerusuhan Mei 1998, Pusat Data dan Analisa Tempo (iPusnas, 13 Juni 2026).

Rabu, 01 Januari 2025

Senin, 01 Januari 2024

Buku yang Saya Baca di Tahun 2024

Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2024, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.

1. Nuklir Sukarno, Teuku Reza Fadeli (23 Mei 2024).

2. Majalah Bobo: 50 Cerita Terbaik Sepanjang Masa (23 Mei 2024).

3. Spiritualitas Sepak Bola, A. Muhaimin Iskandar (25 Mei 2024).

4. Pendidikan Jasmani dan Kesunyian, Beni Satryo (15 Juni 2024).

5. Antarkota Antarpuisi, Beni Satryo (15 Juni 2024).

Minggu, 01 Januari 2023

Sabtu, 01 Januari 2022

Buku yang Saya Baca di Tahun 2022

Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2022, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.

1. Muslimah yang Diperdebatkan, Kalis Mardiasih (01 Februari 2022).

2. Misa Arwah dan Puisi-puisi Lainnya, Dea Anugrah (01 Februari 2022).

3. Cerita-Cerita Jakarta, Ratri Ninditya, dkk. (21 Agustus 2022).

4. Hidup Begitu Indah dan Hanya itu yang Kita Punya, Dea Anugrah (02 November 2022).

5. Kenapa Kita Tidak Berdansa?, Dea Anugrah (04 November 2022).

Selasa, 12 Januari 2021

Buku yang Saya Baca di Tahun 2021

Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2021, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.

1. Dari Sierra Maestra Menuju Havana, Che Guevara (1 Januari 2021).
2. Be a Miracle, Naeli Fitria (2 Januari 2021).
3. Berlin Proposal, Afrizal Malna (5 Januari 2021).
4. Buka Pintu Kiri, Afrizal Malna (6 Januari 2021).
5. Gandari dan Sejumlah Sajak, Goenawan Mohamad (7 Januari 2021).
6. Orang-orang Bloomington, Budi Darma (10 Januari 2021).
7. Kawitan, Ni Made Purnama Sari (3 Maret 2021).
8. Anjing Gunung, Irma Agryanti (4 Maret 2021).
9. Museum Masa Kecil, Avianti Armand (13 Mei 2021).
10. Untuk Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan, Bernard Batubara (26 Juni 2021)

Selasa, 29 Desember 2020

Pernyataan Mengenai Merayakan Ulang Tahun Bersama Malam

selamat ulang tahun, malam, sebentar lagi. hari berganti jadi esok dan tak ragu. ibu membuat kue dari kebahagiaannya ketika sore sedang gugup. kemarin cemas datang ke rumah saat pagi. andai kau menyuruhnya mampir, malam, tapi cemas segera pergi sebab ia takut pada ibu. padahal pintu selalu terbuka. udara lembap meski usiamu bertambah seperti tetes air.

tentang rencanamu memasuki malam, malam. rasanya mustahil walaupun masuk akal. itu memakan waktu sekitar tiga puluh menit sejak matahari tenggelam. dan di dalam rumah ini dingin, dingin sekali, malam, makanya kau menggigil. aku ambilkan kau selimut dari api. minuman dari kaca lampu. aku ambilkan juga kau waktu agar semuanya jadi hangat dan berputar. yang penting kau sehat dan bahagia, malam.

atau kalau perasaan tiba-tiba jadi benang kusut, baju-baju berserakan, tak apa. nanti juga sembuh sendiri, mengalir saja seperti angin. tebal tipisnya tak perlu kau risaukan. indah tak indahnya hidup hanya igauan, malam.

28 desember 2020

Rabu, 01 Januari 2020

Buku yang Saya Baca di Tahun 2020

Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2020, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.

1. Identitas dan Kenikmatan, Ariel Heryanto (11 Februari 2020).
2. Tank Merah Muda, Raisa Kamila, dkk (22 Februari 2020).
3. Menulis Itu Indah, Albert Camus, dkk (29 Februari 2020).
4. Segala-galanya Ambyar, Mark Manson (31 Maret 2020).
5. Jam 9 Kita Bertemu, Puthut EA (1 April 2020).
6. Ayah, Andrea Hirata (4 April 2020).
7. Sangkuriang dan Dongeng Terkenal Lainnya, Emha Yudhistira (9 April 2020).
8. Dua Pasang Mata, Alexandra Leirissa Yunadi (16 April 2020).
9. Buku Anak: Arti Damai, Paulo Coelho (20 April 2020).
10. Buku Anak: A, B, C, D..., Paulo Coelho (20 April 2020).
11. Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi, Martin Suryajaya, dkk (22 April 2020).
12. Seine, Amalia Hana Nur Riska (23 April 2020).
13. Mantappu Jiwa, Jerome Polin (25 April 2020).
14. Off The Record, Ria SW (25 April 2020).
15. Imperfect, Meira Anastasia (26 April 2020).
16. Demokrasi dan Kekecewaan, Goenawan Mohamad, dkk (28 April 2020).
17. Tiada Ojek di Paris, Seno Gumira Ajidarma (29 April 2020).
18. Baper, Rhenald Kasali (30 April 2020).
19. Komik Persatuan Ibu-ibu, Puty Puar (1 Mei 2020).
20. Lelaki Harimau, Eka Kurniawan (2 Mei 2020).
21. Mengenang Spanyol, Murray Bookchin (2 Mei 2020).
22. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, Eka Kurniawan (3 Mei 2020).
23. Seakan Kitorang Setengah Binatang, Filep Karma (9 Mei 2020).
24. Beauty and Sadness, Yasunari Kawabata (20 Mei 2020).
25. Aku dan Kau Melawan Negara: Sehimpun Puisi, Fikar Amin (22 Mei 2020).
26. Dari Mulut Si Pembual, Iyye Himawan (23 Mei 2020).
27. Sapiens, Yuval Noah Harari (23 Mei 2020).
28. Animal Farm, George Orwell (28 Mei 2020).
29. Aksi Massa, Tan Malaka (29 Mei 2020).
30. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, Puthut EA (2 Juni 2020).
31. Jurnalisme Sastrawi, Andreas Harsono, dkk (3 Juni 2020).
32. Geez dan Ann 1, Rintik Sedu (3 Juni 2020).
33. Lingkungan Hidup dan Kapitalisme, Fred Magdoff & John Bellamy Foster (12 Juni 2020).
34. Wabah, Sains, dan Politik, Arundhati Roy, dkk (23 Juni 2020).
35. Kapitalisme dan Penindasan terhadap Perempuan, Martha A. Gimenez (4 Juli 2020).
36. Sesudah Zaman Tuhan: Kumpulan Puisi, Abi N. Bayan (4 Juli 2020).
37. Karena Cinta Kuat Seperti Maut, Adimas Immanuel (7 Juli 2020).
38. Di Hadapan Rahasia, Adimas Immanuel (7 Juli 2020).
39. Pesta: Sajak-sajak, Ajip Rosidi (7 Juli 2020).
40. Mendengarkan Coldplay, Mario F. Lawi (7 Juli 2020).
41. Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa, Heru Joni Putra (7 Juli 2020).
42. Semusim, dan Semusim Lagi, Andina Dwifatma (8 Juli 2020).
43. Unlimited Wealth, Bong Chandra (12 Juli 2020).
44. Ibu Susu, Rio Johan (15 Juli 2020).
45. Gentayangan, Intan Paramaditha (17 Juli 2020).
46. Kumpulan Budak Setan, Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, & Ugoran Prasad (19 Juli 2020).
47. A Man Called Ove, Fredrik Backman (13 Agustus 2020).
48. ABC Anarkisme, Alexander Berkman (25 Agustus 2020).
49. A Bridge Too Far, Nino Oktorino (30 Agustus 2020).
50. Bunglon, Hasyim Wahid (31 Agustus 2020).
51. 5 Minggu Sebelum Madiun Affair, Derita S.P. (19 September 2020).
52. Dan Kematian Makin Akrab, Subagio Sastrowardoyo (20 September 2020).
53. Tuhan Selalu Memberi Pekerjaan, Regina Brett (25 September 2020).
54. Gadis Minimarket, Sayaka Murata (31 Oktober 2020).
55. Tak Ada yang Terlalu Kecil untuk Membuat Perbedaan, Greta Thunberg (31 Oktober 2020).
56. Luka Dalam Bara, Bernard Batubara (1 November 2020).
57. Negara Kontol: 20 Puisi Pilihan, Galah Denawa (5 November 2020).
58. Sepanas Bara, Enny Arrow (8 November 2020).
59. Metamorfosa Samsa, Franz Kafka (28 November 2020).
60. Go Set a Watchman, Harper Lee (29 Desember 2020).

Senin, 13 Mei 2019

13 Mei

--uwa

aku tak sendiri dan tak akan pernah sendiri:

- kaus hitam, selalu ada dalam tubuhku

- sepatu coklat yang membawa ke mana pun aku pergi

- serta tas selempang, sedikit robek di sisi-sisi

tak sedetikpun tertinggal

segala kenanganmu menyertaiku

2019

Selasa, 01 Januari 2019

Buku yang Saya Baca di Tahun 2019

Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2019, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.
1. I Think Therefore I Play, Andrea Pirlo & Alessandro Alciato (2 Januari 2019).
2. The Royal Game and Other Stories, Stefan Zweig (3 Januari 2019).
3. Nicotine War, Wanda Hamilton (6 Januari 2019).
4. The Book of Forbidden Feelings, Lala Bohang (8 Januari 2019).
5. Kappa, Ryunosuke Akutagawa (9 Januari 2019).
6. Breakfast at Tiffany's, Truman Capote (11 Januari 2019).
7. Dalam Sajak, Sitor Situmorang (4 Februari 2019).
8. Selamat Menunaikan Ibadah Puisi, Joko Pinurbo (17 Februari 2019).
9. Main Hakim Sendiri dan Militansi Islam Populis di Indonesia Studi Kasus Front Pembela Islam (FPI), Ian Wilson (17 Februari 2019).
10. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Marchella FP (21 Februari 2019).
11. Seperti Roda Berputar, Rusdi Mathari (04 Maret 2019).
12. Of Mice and Men, John Steinbeck (08 Maret 2019).
13. Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, Sapardi Djoko Damono (09 Maret 2019).
14. CEO's Mother, Peggy Puger (12 Maret 2019).
15. Kisah Pedagang Buku yang Tewas di Baghdad, Fahri Salam (26 Mei 2019).
16. Golput: Siapapun yang Menang, Rakyat Tetap Kalah, Bilven (5 Juni 2019).
17. Filosofi Teras, Henry Manampiring (29 Desember 2019)

Kamis, 26 April 2018

Depan Ranjang

ia lupa mengucapkan namanya
sebab rasa sakit terlalu
banyak menyerap kata-kata

kedua kakinya bergetar dan
dengkul bergemeletuk

ingatannya mulai seperti ayah yang
merantau tetapi lupa pulang

udara dingin
udara dingin

ia ingin dipeluk sekali lagi

2018

Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.

Minggu, 08 April 2018

Pindah Rumah

semuanya masih milikmu, sayang.

masa tua dan bertambahnya usia, balsem gosok dan kalender,

udara panas, gorden jendela, uban pada rambut, hafalan doa-doa

malam dan sedih dan senangmu.

kau bilang bakal repot tapi adakah yang sederhana?

di hadapan puing-puing, semuanya masih tetap milikmu.

meski jejak kaki akan selalu tertinggal di sana.

2018

Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.

Jumat, 06 April 2018

Berangkat

isi lemari itu berantakan seperti jam
dinding tua yang berdebu

baju-baju terserak dan tas kosong

lorong rumah lengang

tanda kesunyian sekencang angin
yang senantiasa berpaling

jangan pergi, katamu. namun kau
yang pergi.

padahal kau bilang rela terima
segala kangenku.

Jakarta, 2018

Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.

Kamis, 05 April 2018

Gigil

ia biarkan tubuhnya menggigil
oleh luapan angin

halte bus sekolah pukul 3 pagi.

ia sengaja pundaknya
jadi sandaran perempuan itu

kedua tangan saling menggenggam
amarah basah dari kelopak mata.

bulan temaram, langit pucat pasi
kematian lebih dari puisi patah hati.

2018

Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.

Senin, 01 Januari 2018

Buku yang Saya Baca di Tahun 2018

Berisikan buku yang saya baca, kemudian saya catat tanggal selesai bacanya, lalu saya kasih nilai sesuka saya.
1. Tamasya Bola, Darmanto Simaepa (2 Januari 2018). 5/5.
2. Belajar Mencintai Kambing, Mahfud Ikhwan (3 Januari 2018). 3/5.
3. Dari Twitwar ke Twitwar, Arman Dhani (8 Januari 2018). 4/5.
4. Buku Latihan Tidur, Joko Pinurbo (18 Januari 2018). 3/5.
5. Kekasihku, Joko Pinurbo (22 Januari 2018). 4/5.
6. Kolam, Sapardi Djoko Damono (23 Januari 2018). 4/5.
7. Kuajak Kau ke Hutan dan Tersesat Berdua, Boy Candra (24 Januari 2018). 2/5.
8. Drunken Molen, Pidi Baiq (03 Februari 2018). 3/5.
9. Malam ini Aku Akan Tidur di Matamu, Joko Pinurbo (06 Februari 2018). 4/5.
10. Melihat Api Bekerja, M Aan Mansyur (15 Februari 2018). 5/5.
11. Tidak Ada New York Hari Ini, M Aan Mansyur (16 Februari 2018). 3/5.
12. Perempuan yang Dihapus Namanya, Avianti Armand (13 Maret 2018). 4/5.
13. Keluarga Tak Kasat Mata, Bonaventura Genta (18 Maret 2018). 2/5.
14. Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi (22 Maret 2018). 3/5.
15. Negeri di Ujung Tanduk, Tere Liye (31 Maret 2018). 3/5.
16. Merayakan Kehilangan, Brian Khrisna (31 Maret 2018). 2/5.
17. Manurung, Faisal Oddang (1 April 2018). 3/5.
18. Distilasi Alkena, Wira Nagara (7 April 2018). 3/5.
19. Rahasia Selma, Linda Christanty (20 Mei 2018). 4/5.
20. Belajar Lucu dengan Serius, Hasta Indriyana (23 Mei 2018). 3/5.
21. Looking for Alaska, John Green (25 Mei 2018). 4/5.
22. Ayat-ayat Api, Sapardi Djoko Damono (26 Mei 2018). 3/5.
23. Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono (26 Mei 2018). 3/5.
24. Cinta yang Marah, M Aan Mansyur (26 Mei 2018). 3/5.
25. Nyanyian Akar Rumput, Wiji Thukul (29 Mei 2018). 3/5.
26. Fiesta: The Sun Also Rises, Ernest Hemingway (6 Juni 2018). 4/5.
27. Saat-saat Terakhir Bersama Soeharto, Emha Ainun Nadjib (8 Juni 2018). 3/5.
28. 99 untuk Tuhanku, Emha Ainun Nadjib (8 Juni 2018). 3/5.
29. Majelis Tidak Alim, Soleh Solihun (2 Juli 2018). 2/5.
30. Milea: Suara dari Dilan, Pidi Baiq (6 Juli 2018). 3/5.
31. The Fall, Albert Camus (19 Oktober 2018). 4/5.
32. Rentang Kisah, Gita Savitri (21 Oktober 2018). 4/5.
33. 5 Detik dan Rasa Rindu, Prilly Latuconsina (21 Oktober 2018). 2/5.
34. Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api, Tempo (07 November 2018). 3/5.
35. Asbunayah, Pidi Baiq (09 November 2018). 2/5.
36. The Gambler, Fyodor Dostoyevsky (24 November 2018). 4/5.
37. The Book of Almost, Brian Khrisna (24 November 2018). 2/5.
38. Fragmen: Sajak-sajak Baru, Goenawan Mohamad (16 Desember 2018). 3/5.
39. Catatan Najwa, Najwa Shihab (21 Desember 2018). 3/5.
40. Pagi dan Hal-hal yang Dipungut Kembali, Goenawan Mohamad (28 Desember 2018). 2/5.
41. Zaman Peralihan, Soe Hok Gie (29 Desember 2018). 5/5.
42. Semangat Muda, Tan Malaka (30 Desember 2018). 4/5.

Minggu, 16 Juli 2017

Buat Elis

ketika aku tahu apa itu cinta
aku mengenalmu
mengenal getar dan debar
detak jantung itu
pada hujan pertama
yang membasahi raga kita

maka saat kau seka kening
dan rambut tipismu
yang panjang,

aku jadi ingat

aku jadi ingat senyum
yang kau selipkan untukku
di pertemuan sebentar dengan
teman-teman kita ketika dulu

namun apa arti masa dulu, lis
jika sekarang aku tak tahu
di mana engkau punya suara?

Jakarta, 16 Juli 2017

Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.

Minggu, 01 Januari 2017

Buku yang Saya Baca di Tahun 2017

Kenapa saya bikin ini? Apalagi kalau bukan karena saya malas main Goodreads-yang bisa jadi pencatat buku-buku yang telah selesai dibaca. Jadi, saya catat di sini sajalah.

1. Girls in the Dark, Akiyoshi Rikako.
2. Catatan Seorang Demonstran, Soe Hok Gie.
3. Confessions of an Economic Hit Man, John Perkins.
4. Bidadari-bidadari Surga, Tere Liye.
5. Taking Her Boss, Alegra Verde.
6. Si Badut, Orang Gila, dan Bapak Presiden, Fajar Nugros.
7. Aksi Bela Islam atau Bela Oligarki?, Anto Sangadji, dkk.
8. Malaikat & Iblis, Dan Brown.
9. Autumn in Paris, Ilana Tan.
10. Filosofi Kopi, Dee Lestari.
11. Jakarta Undercover: Sex 'n the City, Moammar Emka.
12. Di Bawah Lentera Merah, Soe Hok Gie.
13. Si Bongkok dari Notre - Dame, Victor Hugo.
14. Sang Penguasa, Niccolo Machiavelli.
15. Daddy's Little Girl (Putri Kesayangan Ayah), Mary Higgins Clark.
16. Natasha: Mengungkapkan Perdagangan Seks Dunia, Victor Malarek.
17. Garis Waktu, Fiersa Besari.
18. Istriku Seribu, Emha Ainun Nadjib.
19. Sabtu Bersama Bapak, Adhitya Mulya.
20. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990, Pidi Baiq.
21. Setelah Hujan Reda, Boy Candra.
22. Orang Asing, Albert Camus.
23. Yang Kelewat di Buku Sejarah, Tim Pamflet Generasi.
24. Sebuah Pengakuan, Leo Tolstoy.
25. Di Tanah Lada, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie.
26. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Eka Kurniawan.
27. Critical Eleven, Ika Natassa.
28. Daerah Perbatasan, Subagio Sastrowardoyo.
29. Puisi-puisi Cinta, W. S. Rendra.
30. Cinta Tak Pernah Tua, Benny Arnas.
31. Pulang, Leila S. Chudori.
32. #AboutLove, Tere Liye.
33. Sabda Rindu: Antologi Puisi, Achmad Ubaidillah.
34. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1991, Pidi Baiq.
35. Baju Bulan, Joko Pinurbo.
36. Aku Ini Binatang Jalang, Chairil Anwar.
37. 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009, Gramedia Pustaka Utama.
38. Dunia Kafka (Kafka on the Shore), Haruki Murakami.
39. Gembala Tidur: Sehimpun Puisi, Ahmad Kekal Hamdani.
40. The Great Gatsby, F. Scott Fitzgerald.
41. Corat-coret di Toilet, Eka Kurniawan.
42. Seri Buku Tempo: Tan Malaka, Bapak Republik yang Dilupakan, KPG-TEMPO.
43. Perjuangan Kita, Soetan Sjahrir.
44. Nasionalisme Indonesia Kini dan di Masa Depan, Benedict Anderson.
45. Topeng Pesisiran: Kumpulan Puisi, Pertiwi Hasan.
46. Wajah Kita: Sajak-sajak, Hamid Jabar.
47. Mimpi-mimpi Einstein, Alan Lightman.
48. Mereka Bilang di Sini Tidak Ada Tuhan: Suara Tragedi Tanjung Priok, Korban Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984.
49. Sekolah itu Candu!, Roem Topatimasang.
50. Kucing Hitam: Kumpulan Cerpen, Edgar Allan Poe.
51. Menulis untuk Mengingat, Catatan Penghuni Rusunawa Jatinegara.
52. Gie dan Surat-surat yang Tersembunyi, Majalah Tempo.
53. Si Juki Komik Strip, Faza Meonk.
54. Kicau Kacau Penulis Galau, Indra Herlambang.
55. No Place to Hide, Glenn Greenwald.
56. 1984, George Orwell.
57. Seekor Burung Kecil Biru di Naha, Linda Christanty.
58. Perempuan Pala, Azhari.
59. Kesetrum Cinta, Sigit Susanto.

Sabtu, 31 Desember 2016

6 Buku Terbaik yang Saya Baca di Tahun 2016

Jujur, saya bukanlah orang yang pandai menceritakan kembali apa yang telah saya baca, ketika seseorang meminta saya untuk menceritakannya. Dan menyarankan teman untuk membaca buku yang saya suka tanpa bisa memberikan alasan kenapa buku itu layak baca, juga kalimat "baca aja sendiri" yang terlontar begitu saja dari mulut, adalah hal yang bodoh.

Rasa-rasanya saya perlu menulis tulisan ini, selain karena membaca dan menulis mencegahmu dari pikiran yang bebal dan tidak akan membuat otakmu melorot ke dengkul, ini juga sebagai ajang "mengingat" kembali apa yang pernah saya baca.

Tadinya saya ingin memilih 10 buku. Tapi karena bermalas-malasan itu enak, akhirnya saya hanya memilih 6 buku. Tentulah tulisan ini subyektif. Kamu bisa saja tidak setuju dengan 6 buku pilihan saya, selera orang beda-beda dan seharusnya begitu.

1. Steve Jobs, karya Walter Isaacson
Ini adalah buku biografi Steve Jobs dari ketika ia masih kecil hingga kesuksesannya dengan Apple dan mulai sakit-sakitan. Buku yang sangat tebal dan saya sendiri tidak menyangka bisa melahap buku ini dengan waktu yang lumayan cepat.

Jobs perfeksionis betul, senang mengambil alih dan ia bisa dengan serampangan mengatakan apa yang ia lihat di depannya itu adalah sampah. Seperti, ketika desain produk Apple yang dibuat oleh karyawannya dan Jobs tidak suka dengan desainnya, itu adalah sampah. Dan Walter Isaacson, menulisnya dengan ciamik.

2. Lelaki Tua dan Laut, karya Ernest Hemingway
Berkat novela ini, Hemingway diganjar nobel sastra tahun 1954. Berkisah tentang kegigihan seorang lelaki tua, Santiago, yang sudah 84 hari melaut tapi tak kunjung mendapatkan ikan, diolok-olok, dianggap aneh oleh rekannya. Hingga ia terus melaut dan akhirnya berhasil mendapatkan ikan yang besar.

Detail adalah kata yang tepat. Bagaimana hebatnya Hemingway menggambarkan suasana ketika Santiago sedang bergelut dengan ikan-ikan yang memakan umpannya, Santiago yang ngomong sendiri di laut dan, ending yang menurut saya keren. Memang, perlu fokus yang tinggi untuk bisa membaca halaman demi halaman di buku ini.

3. Menanam Padi di Langit, karya Puthut EA
Saya kira ini novel, ternyata biografi. Merupakan biografi tentang tiga seniman yang dipertemukan di ISI Yogya, Bob, Teddy, dan Toni.

Menceritakan bagaimana tantangan mereka bertiga dari orang tua ketika memilih kuliah seni rupa, kehidupan yang liar-mabuk-mabukan dan narkoba, lalu karya-karya yang mereka buat ketika itu, dan tentu saja cerita tentang penggulingan rezim Soeharto.

Sialnya, membaca buku ini nikmat sekali, padahal kalau dipikir-pikir, isinya jauh dari kehidupan saya.

4. Dalih Pembunuhan Massal, karya John Roosa
PKI sedang amsyong saja, lagi jaya-jayanya, tiba-tiba jatuh dan hancur. Kamu boleh saja menolak PKI atau komunis hidup lagi di Indonesia. Tapi untuk membaca buku ini, adalah keharusan.

Buku ini berisi analisis-analisis apa saja yang menyebabkan G-30S terjadi, penyebab kegagalan G-30S yang terlihat seperti gerakan revolusioner yang main-main, juga orang-orang yang terlibat di dalamnya dan kehebatan Soeharto dalam melakukan kudeta merangkak untuk membabat Soekarno dari tampuk kekuasaan.

5. Bukan Pasar Malam, karya Pramoedya Ananta Toer
Garis besar ceritanya sederhana: seorang anak yang pulang kampung untuk menemui ayahnya yang sedang sakit.

Lalu ada kisah-kisah tentang ayahnya yang seorang tentara yang idealis juga kritik-kritik kepada jendral-jendral yang hobi memperkaya diri. Entahlah.

6. To Kill a Mockingbird, Harper Lee
Saya terkejut sekali ketika membaca novel ini dan ternyata isinya tentang diskriminasi rasial yang masih begitu kental ketika itu di Amerika. Juga pengelompokan kelas berdasarkan tingkat ekonomi/garis keturunan keluarga yang menurut saya gila sekali.

Dikisahkan oleh seorang anak kecil yaitu Scout Finch yang kadang kelewat pintar dan kerjaannya mengusili Boo Radley dengan kakaknya dan kisah tentang ayahnya, Atticus Finch, yang membela seorang negro yang dituduh memperkosa wanita kulit putih. Meski di awal memang cerita berjalan cukup lambat.