Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2026, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.
1. Detik-detik Terjadinya Kerusuhan Mei 1998, Pusat Data dan Analisa Tempo (iPusnas, 13 Juni 2026).
Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2026, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.
1. Detik-detik Terjadinya Kerusuhan Mei 1998, Pusat Data dan Analisa Tempo (iPusnas, 13 Juni 2026).
Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2024, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.
1. Nuklir Sukarno, Teuku Reza Fadeli (23 Mei 2024).
2. Majalah Bobo: 50 Cerita Terbaik Sepanjang Masa (23 Mei 2024).
3. Spiritualitas Sepak Bola, A. Muhaimin Iskandar (25 Mei 2024).
4. Pendidikan Jasmani dan Kesunyian, Beni Satryo (15 Juni 2024).
5. Antarkota Antarpuisi, Beni Satryo (15 Juni 2024).
Berisi buku-buku yang saya baca di tahun 2022, lalu saya catat tanggal selesai bacanya, tanpa dibahas dan dikasih nilai.
1. Muslimah yang Diperdebatkan, Kalis Mardiasih (01 Februari 2022).
2. Misa Arwah dan Puisi-puisi Lainnya, Dea Anugrah (01 Februari 2022).
3. Cerita-Cerita Jakarta, Ratri Ninditya, dkk. (21 Agustus 2022).
4. Hidup Begitu Indah dan Hanya itu yang Kita Punya, Dea Anugrah (02 November 2022).
5. Kenapa Kita Tidak Berdansa?, Dea Anugrah (04 November 2022).
selamat ulang tahun, malam, sebentar lagi. hari berganti jadi esok dan tak ragu. ibu membuat kue dari kebahagiaannya ketika sore sedang gugup. kemarin cemas datang ke rumah saat pagi. andai kau menyuruhnya mampir, malam, tapi cemas segera pergi sebab ia takut pada ibu. padahal pintu selalu terbuka. udara lembap meski usiamu bertambah seperti tetes air.
tentang rencanamu memasuki malam, malam. rasanya mustahil walaupun masuk akal. itu memakan waktu sekitar tiga puluh menit sejak matahari tenggelam. dan di dalam rumah ini dingin, dingin sekali, malam, makanya kau menggigil. aku ambilkan kau selimut dari api. minuman dari kaca lampu. aku ambilkan juga kau waktu agar semuanya jadi hangat dan berputar. yang penting kau sehat dan bahagia, malam.
atau kalau perasaan tiba-tiba jadi benang kusut, baju-baju berserakan, tak apa. nanti juga sembuh sendiri, mengalir saja seperti angin. tebal tipisnya tak perlu kau risaukan. indah tak indahnya hidup hanya igauan, malam.
28 desember 2020
--uwa
aku tak sendiri dan tak akan pernah sendiri:
- kaus hitam, selalu ada dalam tubuhku
- sepatu coklat yang membawa ke mana pun aku pergi
- serta tas selempang, sedikit robek di sisi-sisi
tak sedetikpun tertinggal
segala kenanganmu menyertaiku
2019
ia lupa mengucapkan namanya
sebab rasa sakit terlalu
banyak menyerap kata-kata
kedua kakinya bergetar dan
dengkul bergemeletuk
ingatannya mulai seperti ayah yang
merantau tetapi lupa pulang
udara dingin
udara dingin
ia ingin dipeluk sekali lagi
2018
Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.
semuanya masih milikmu, sayang.
masa tua dan bertambahnya usia, balsem gosok dan kalender,
udara panas, gorden jendela, uban pada rambut, hafalan doa-doa
malam dan sedih dan senangmu.
kau bilang bakal repot tapi adakah yang sederhana?
di hadapan puing-puing, semuanya masih tetap milikmu.
meski jejak kaki akan selalu tertinggal di sana.
2018
Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.
isi lemari itu berantakan seperti jam
dinding tua yang berdebu
baju-baju terserak dan tas kosong
lorong rumah lengang
tanda kesunyian sekencang angin
yang senantiasa berpaling
jangan pergi, katamu. namun kau
yang pergi.
padahal kau bilang rela terima
segala kangenku.
Jakarta, 2018
Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.
ia biarkan tubuhnya menggigil
oleh luapan angin
halte bus sekolah pukul 3 pagi.
ia sengaja pundaknya
jadi sandaran perempuan itu
kedua tangan saling menggenggam
amarah basah dari kelopak mata.
bulan temaram, langit pucat pasi
kematian lebih dari puisi patah hati.
2018
Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.
ketika aku tahu apa itu cinta
aku mengenalmu
mengenal getar dan debar
detak jantung itu
pada hujan pertama
yang membasahi raga kita
maka saat kau seka kening
dan rambut tipismu
yang panjang,
aku jadi ingat
aku jadi ingat senyum
yang kau selipkan untukku
di pertemuan sebentar dengan
teman-teman kita ketika dulu
namun apa arti masa dulu, lis
jika sekarang aku tak tahu
di mana engkau punya suara?
Jakarta, 16 Juli 2017
Pernah tayang di galeribukujakarta.com pada tanggal 24 Mei 2018.
Kenapa saya bikin ini? Apalagi kalau bukan karena saya malas main Goodreads-yang bisa jadi pencatat buku-buku yang telah selesai dibaca. Jadi, saya catat di sini sajalah.
1. Girls in the Dark, Akiyoshi Rikako.
2. Catatan Seorang Demonstran, Soe Hok Gie.
3. Confessions of an Economic Hit Man, John Perkins.
4. Bidadari-bidadari Surga, Tere Liye.
5. Taking Her Boss, Alegra Verde.
6. Si Badut, Orang Gila, dan Bapak Presiden, Fajar Nugros.
7. Aksi Bela Islam atau Bela Oligarki?, Anto Sangadji, dkk.
8. Malaikat & Iblis, Dan Brown.
9. Autumn in Paris, Ilana Tan.
10. Filosofi Kopi, Dee Lestari.
11. Jakarta Undercover: Sex 'n the City, Moammar Emka.
12. Di Bawah Lentera Merah, Soe Hok Gie.
13. Si Bongkok dari Notre - Dame, Victor Hugo.
14. Sang Penguasa, Niccolo Machiavelli.
15. Daddy's Little Girl (Putri Kesayangan Ayah), Mary Higgins Clark.
16. Natasha: Mengungkapkan Perdagangan Seks Dunia, Victor Malarek.
17. Garis Waktu, Fiersa Besari.
18. Istriku Seribu, Emha Ainun Nadjib.
19. Sabtu Bersama Bapak, Adhitya Mulya.
20. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990, Pidi Baiq.
21. Setelah Hujan Reda, Boy Candra.
22. Orang Asing, Albert Camus.
23. Yang Kelewat di Buku Sejarah, Tim Pamflet Generasi.
24. Sebuah Pengakuan, Leo Tolstoy.
25. Di Tanah Lada, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie.
26. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Eka Kurniawan.
27. Critical Eleven, Ika Natassa.
28. Daerah Perbatasan, Subagio Sastrowardoyo.
29. Puisi-puisi Cinta, W. S. Rendra.
30. Cinta Tak Pernah Tua, Benny Arnas.
31. Pulang, Leila S. Chudori.
32. #AboutLove, Tere Liye.
33. Sabda Rindu: Antologi Puisi, Achmad Ubaidillah.
34. Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1991, Pidi Baiq.
35. Baju Bulan, Joko Pinurbo.
36. Aku Ini Binatang Jalang, Chairil Anwar.
37. 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009, Gramedia Pustaka Utama.
38. Dunia Kafka (Kafka on the Shore), Haruki Murakami.
39. Gembala Tidur: Sehimpun Puisi, Ahmad Kekal Hamdani.
40. The Great Gatsby, F. Scott Fitzgerald.
41. Corat-coret di Toilet, Eka Kurniawan.
42. Seri Buku Tempo: Tan Malaka, Bapak Republik yang Dilupakan, KPG-TEMPO.
43. Perjuangan Kita, Soetan Sjahrir.
44. Nasionalisme Indonesia Kini dan di Masa Depan, Benedict Anderson.
45. Topeng Pesisiran: Kumpulan Puisi, Pertiwi Hasan.
46. Wajah Kita: Sajak-sajak, Hamid Jabar.
47. Mimpi-mimpi Einstein, Alan Lightman.
48. Mereka Bilang di Sini Tidak Ada Tuhan: Suara Tragedi Tanjung Priok, Korban Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984.
49. Sekolah itu Candu!, Roem Topatimasang.
50. Kucing Hitam: Kumpulan Cerpen, Edgar Allan Poe.
51. Menulis untuk Mengingat, Catatan Penghuni Rusunawa Jatinegara.
52. Gie dan Surat-surat yang Tersembunyi, Majalah Tempo.
53. Si Juki Komik Strip, Faza Meonk.
54. Kicau Kacau Penulis Galau, Indra Herlambang.
55. No Place to Hide, Glenn Greenwald.
56. 1984, George Orwell.
57. Seekor Burung Kecil Biru di Naha, Linda Christanty.
58. Perempuan Pala, Azhari.
59. Kesetrum Cinta, Sigit Susanto.
Jujur, saya bukanlah orang yang pandai menceritakan kembali apa yang telah saya baca, ketika seseorang meminta saya untuk menceritakannya. Dan menyarankan teman untuk membaca buku yang saya suka tanpa bisa memberikan alasan kenapa buku itu layak baca, juga kalimat "baca aja sendiri" yang terlontar begitu saja dari mulut, adalah hal yang bodoh.
Rasa-rasanya saya perlu menulis tulisan ini, selain karena membaca dan menulis mencegahmu dari pikiran yang bebal dan tidak akan membuat otakmu melorot ke dengkul, ini juga sebagai ajang "mengingat" kembali apa yang pernah saya baca.
Tadinya saya ingin memilih 10 buku. Tapi karena bermalas-malasan itu enak, akhirnya saya hanya memilih 6 buku. Tentulah tulisan ini subyektif. Kamu bisa saja tidak setuju dengan 6 buku pilihan saya, selera orang beda-beda dan seharusnya begitu.
1. Steve Jobs, karya Walter Isaacson
Ini adalah buku biografi Steve Jobs dari ketika ia masih kecil hingga kesuksesannya dengan Apple dan mulai sakit-sakitan. Buku yang sangat tebal dan saya sendiri tidak menyangka bisa melahap buku ini dengan waktu yang lumayan cepat.
Jobs perfeksionis betul, senang mengambil alih dan ia bisa dengan serampangan mengatakan apa yang ia lihat di depannya itu adalah sampah. Seperti, ketika desain produk Apple yang dibuat oleh karyawannya dan Jobs tidak suka dengan desainnya, itu adalah sampah. Dan Walter Isaacson, menulisnya dengan ciamik.
2. Lelaki Tua dan Laut, karya Ernest Hemingway
Berkat novela ini, Hemingway diganjar nobel sastra tahun 1954. Berkisah tentang kegigihan seorang lelaki tua, Santiago, yang sudah 84 hari melaut tapi tak kunjung mendapatkan ikan, diolok-olok, dianggap aneh oleh rekannya. Hingga ia terus melaut dan akhirnya berhasil mendapatkan ikan yang besar.
Detail adalah kata yang tepat. Bagaimana hebatnya Hemingway menggambarkan suasana ketika Santiago sedang bergelut dengan ikan-ikan yang memakan umpannya, Santiago yang ngomong sendiri di laut dan, ending yang menurut saya keren. Memang, perlu fokus yang tinggi untuk bisa membaca halaman demi halaman di buku ini.
3. Menanam Padi di Langit, karya Puthut EA
Saya kira ini novel, ternyata biografi. Merupakan biografi tentang tiga seniman yang dipertemukan di ISI Yogya, Bob, Teddy, dan Toni.
Menceritakan bagaimana tantangan mereka bertiga dari orang tua ketika memilih kuliah seni rupa, kehidupan yang liar-mabuk-mabukan dan narkoba, lalu karya-karya yang mereka buat ketika itu, dan tentu saja cerita tentang penggulingan rezim Soeharto.
Sialnya, membaca buku ini nikmat sekali, padahal kalau dipikir-pikir, isinya jauh dari kehidupan saya.
4. Dalih Pembunuhan Massal, karya John Roosa
PKI sedang amsyong saja, lagi jaya-jayanya, tiba-tiba jatuh dan hancur. Kamu boleh saja menolak PKI atau komunis hidup lagi di Indonesia. Tapi untuk membaca buku ini, adalah keharusan.
Buku ini berisi analisis-analisis apa saja yang menyebabkan G-30S terjadi, penyebab kegagalan G-30S yang terlihat seperti gerakan revolusioner yang main-main, juga orang-orang yang terlibat di dalamnya dan kehebatan Soeharto dalam melakukan kudeta merangkak untuk membabat Soekarno dari tampuk kekuasaan.
5. Bukan Pasar Malam, karya Pramoedya Ananta Toer
Garis besar ceritanya sederhana: seorang anak yang pulang kampung untuk menemui ayahnya yang sedang sakit.
Lalu ada kisah-kisah tentang ayahnya yang seorang tentara yang idealis juga kritik-kritik kepada jendral-jendral yang hobi memperkaya diri. Entahlah.
6. To Kill a Mockingbird, Harper Lee
Saya terkejut sekali ketika membaca novel ini dan ternyata isinya tentang diskriminasi rasial yang masih begitu kental ketika itu di Amerika. Juga pengelompokan kelas berdasarkan tingkat ekonomi/garis keturunan keluarga yang menurut saya gila sekali.
Dikisahkan oleh seorang anak kecil yaitu Scout Finch yang kadang kelewat pintar dan kerjaannya mengusili Boo Radley dengan kakaknya dan kisah tentang ayahnya, Atticus Finch, yang membela seorang negro yang dituduh memperkosa wanita kulit putih. Meski di awal memang cerita berjalan cukup lambat.